Skip to main content

Hadiah Si Gembil Versi Si Gembul

Salam,

Siapa yang gak suka dikasi hadiah? Bahkan seorang istri, sudah pasti senengnya minta ampun jika setiap kali suaminya pulang, baik dari pekerjaan maupun sekedar jalan-jalan, dibawakan oleh-oleh. Tapi apa dulu yang dijadikan oleh-oleh?
Somehow, jadi inget lagunya Alm. H. Benyamin Sueb dan Ida Royani, sekilas begini liriknya:

B (Benyamin) : Dek, abang pulang, dari kota pulang kandang.

I (Ida Royani): Abang bawa apaan?

B: Abang bawa bungkusan

I: Eh bungkusannye apaan?

B: Beginian!

I: Apaan si isinye bang?

B: Entar aje lu liat!

I: Buka dong aye liat!

B: Lu liat pasti melotot! Nih!

I: Heeeeh sepatu butut!

Nah, kalau sepatu butut?! Ogaaah daaah!

Sore ini sepulang kantor, Gembul bawain oleh-oleh yang priceless bangeet! Meskipun bukan bunga mawar, melati, atau bunga bank yg biasa dibawain suami buat istri, tapi ini priceless! 

Hadiahnya ternyata lebih bermanfaat dari segala jenis bunga-bunga-an yang hanya bersifat sementara. Bunga segar dalam 2-3 hari akan layu, bunga bank mengandung riba. Kalau buku? Sudah pasti bebas riba dan ilmu yang didapat darinya Inshaa Allah long lasting!

Makasiih yaa suami, I love you full! :*

3 buku sebelah kanan hadiah dari suami pulang kantor hari ini (Islam Yang Kuyakini, Habiskan Saja Gajimu, dan 33 Pesan Nabi Vol.3)

Nah, apa kata Al Quran mengenai memberikan hadiah kepada istri?

"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [Q.S. 4:19]

Bergaullah secara patut dengan istri, jadi memberikan hadiah termasuk dalam kepatutan tersebut. Apa-apa yang sudah diberikan pun, jika akan diambil kembali oleh suami, hanya diperkenankan jika istri melakukan hal-hal buruk. Dan ternyata memang hak istri yang solehah, untuk menerima pemberian suami termasuk hadiah. Subhanalloh, ternyata Islam sangat memuliakan kedudukan seorang istri! :)

Sumber gambar: Owh So Muslim (Facebook Fan Page)

Sumber gambar: Owh So Muslim (Facebook Fan Page)


Sumber gambar: Owh So Muslim (Facebook Fan Page)

Oiya, mengenai bukunya? Very Recommended! GembilGembul memang mengikuti seri tulisannya vbi_djenggotten dan akhirnya koleksinya lengkap! 
Bacaan ringan karena dikemas dalam bentuk komik karikatur yang tidak membosankan. Rekomendasi bacaan untuk menambah dan menampar-nampar pemahaman nilai-nilai keislaman kita. Kami tunggu lagi hasil karya masbro vbi_djenggotten berikutnya. Semoga terus  istiqomah dalam 'menampar' nilai-nilai keislaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahua'lam bisshowab! :)

Comments

Popular posts from this blog

DapurSiGembil: Roti Jala Basic Recipe

Salam Readers... As I promise you that I will write the recipe of roti jala, so here you go my aunt’s recipe of roti jala… Ingredients : • 250 of wheat flour • 2 pieces of chicken eggs , beaten • 1/2 teaspoon salt • 100 ml of boiled water • 2 tablespoons cooking oil • Margarine to make pancakes How to make : 1. Mix the flour and salt , mix well 2 . Add water and stir until the dough is mixed 3 . Pour egg, mixture into the flour little by little gradually while stirring 4 . Add cooking oil and stir well 5 . Insert the dough in plastic (the usual plastic to make decorations in cake) and cut the plastic tip (only small cutting) 6 . Heat a nonstick frying pan and rub with margarine 7 . Spray the dough in the pan until forming nets , cooking in over low heat until cooked 8 . Lift and fold the rectangle Good luck! ;) P.S: You can make your own variation to enjoy this roti jala, if you like to eat in spicy and savory fla...

Mulak Tu Huta: Journey of Exciting North Sumatera

H oraaas! :D Mulak tu huta in Mandailing language has a meaning of going back to kampong. ;) Rather be late than not at all, it’s been a past story actually, but I love to make a post about Gembil’s trip and family last year Lebaran holiday when we went to North Sumatera. This is a hometown of Gembil’s mother. This trip had become Gembil’s chance of getting closer to know the origin of my mother. Fun! We had a chance to visit Danau Toba, one of the biggest lakes in Indonesia with its uniqueness, the island of Samosir in the middle of it. Also, a chance to go to the real kampong where my great grandfather came from, since my mom grew up in Medan, and she seldom went back to her truly kampong so she also knew only a little about her kampong. My mom is Siregar, because my grandfather is Siregar, unfortunately, I don’t have this clan name, I can’t inherit it cause my father is not a Bataknese. That’s why I lost this clan name, because clan name in Batak people is received through...

Celebration of Love: Part 1 (The Reception Party)

Salam, As we had promised, this time we'll post the story behind our BIG DAY! First part will tell you the story behind our BIG reception party. The definition of BIG this time is literally BIG, first reason is because both of our family backgrounds are truly BIG families, 2nd reason is this is the first BIG DAY for both of us as we are the first children from our family. So, the 'show', of course, was held with BIG preparation. January 19, 2013, was chosen as our BIG day, exactly 6 years ago we were committed to have a relationship. Such a long journey! Also such a heavy decision for Gembul to pick me as his bride! ;p To choose the vendor of wedding organizer was not an easy job, first vendor was suggested by my mother-in-law. Unfortunately, it was not like what we had expected, so we changed the vendor just 3 months before the BIG 'show'. A little bit in a rush and hectic situation within those months, because we have to go back and forth to the vendor to m...