Skip to main content

Thousands Layer Taste

Akhir pekan hari raya kemarin maksudnya mau manjain orang tua dengan pesen kue ini, ternyata baik mamak maupun mamah mertua responnya sama begitu dikasi tau harganya, yang satu bilang, "Takai!" (red : mahal, bahasa jepang), yang satu lagi bilang, "Duh bunda sih gak deh yaa, sama-sama dibuang juga akhirnya!" maksudnya masuk perut terus BAB.
Syediiih hatiku... 😂😅
Jadilhaa si lapgit dikonsumsi berduaan aja sama big-boss. Alhamdulillaah pesen cuma setengah loyang, jadi gak terlalu ngegeser jarum timbangan ke kanan banget lhaa yaa...
Gak pernah suka sama kue lapis legit dari kecil, ngebayangin manisnya, belum lagi lengket menteganya, duh pasti eneg banget. Sampai beberapa bulan yg lalu, besannya mamak (bukan besan kami:p) ngebawain lapgit ke rumah dan itu lapgit hanya ngendon di kulkas tanpa ada yang nyolek. Akhirnya ngeberaniin diri untuk nyobain sepotong, eeh enak yaa ternyata, ambil lagi sepotong, tau-tau dalam 3 hari udah sisa 6 potong aja, jadi malu akutu. 😂




Lapgit yang ada di foto ini lapgit buatan guru baking saya, masyaallah, buat saya ini lebih enak daripada lapgit yang saya coba pertama kali setelah saya dewasa. Cantik yaa lapisnya, rapih, dan rasa yang tidak mengecewakan. Jika dilihat harganya wajar mahal, pertama cara bikinnya, coba cek yutub deh, 1 loyang kotak bisa ngabisin waktu 2 1/2 jam kurleb. Kedua, bahannya, estimasi jumlah kuning telur yang dipakai di kisaran 30-40 butir. Belum menteganya, sebutlha si kaleng merah dari Belanda yg termasyhur di kalangan bakul kue, 1kg mentega jenis itu harganya Rp250rb-an di Jabodetabek. Entah di daerah lain... 😅

Jadi terkadang diskusi beginian, memang paling mengundang empati yaa ke sesama tukang kue, yang paling ngerti perasaan kenapa harganya layak segitu, kenapa rasanya begini. Kemarin coba ngejelasin ke mamak kenapa kue ini mahal, tetep aja closing statementnya, "Gak deh, sama aja, tetep kue!" Mau guling-guling ke kolong tempat tidur rasanya. 😅

So, bersyukurlha wahai kawan bakul kue jika pembeli kita saat disodorkan harga paham dan mengerti tanpa debat kusir, apalagi langganan yang memang sudah cocok di lidah mereka. Kadang kita ganti bahan pun, gak kita kasih tau mereka sudah tau duluan.

Pesen dari guru baking saya, "Kenapa ya banyak yg sibuk sekali ngasih embel embel premium di belakang nama produk mereka? Gak pede kah dengan rasa yang mereka ciptakan sendiri?" ini catatan khusus yang penting buat saya. Dikasih embel-embel premium aja belum tentu ada yang beli, ditambah komen, "Mahal!" "Menang kemasan doang!" endesbre endesbre. Jadi yaa pede dan jalanin aja lha!

Oiyaa kalo ada yg mau pesen kue-kue-an terutama the power of jadoel, ceki ceki aja fanpage dan akun IGnya gaaaes, insyaallah gak kecewa, beberapa kue keringnya juga kadang nongkrong di Alun Alun Indonesia. Bu Nur, begitu saya memanggilnya, punya standar kualitas termasuk perihal pengiriman, jadi jangan minta dikirim pake SameDay, beliau gak akan mau. SameDay itu tidak berperike-kueh-an, bonyok dus kue bisa-bisa, begitu kata beliau. 😂😅

Alhamdulillaah Allah izinkan saya bertemu Bu Nur, banyak pelajaran, terutama motivasi dan semangat yang baik untuk saya yang baru mulai memberanikan diri terjun jadi bakul kue. Pesen penting juga buat temen-temen yang mau usahanya naik kelas gak gitu gitu aja, punya mentor di dunia usaha itu perlu!


Semangaaat Senin,
Semangaaat beraktivitas! 💪💚

Comments

Popular posts from this blog

Roti Arab vs Tetangga

Croissant 7Days : yang jualan aja kangen!  😍 😅 🍫 Sabar pemirsaaah! Nanti kalo sudah siap jual lagi saya infokan insyallah, sementara ini silahkan pandangi fotonya saja dulu.  😂 😂 😂 Masyaallah ini versi jumbo hazelnut, makan 1 kenyang! Yang jualan aja baru tau sekarang ada versi jumbo dengan rasa baru. Yang jualan gimana siiiih...  😂 😂 😅 Halal? Halal doong! Sering banget dapet pertanyaan ini karena 7Days bukan hanya beredar di Jazirah Arab tapi juga di kawasan Eropa. Pernah baca beberapa artikel dan memfoto detail kemasan box di bagian belakang, tapi sayangnya entah di mana memori fotonya, udah diubek2 gak nemu juga. Barangkali ada di kolong meja, sebentar saya cari... Ah, tapi telusur daring netijen lebih canggih lhaaa dari tukang jualannya. Silahkan dicoba telusur kalo produksi untuk peredaran Eropa dan Jazirah Arab ini berbeda komposisi. Almara'i selaku pemegang lisensi produk 7Days di Jazirah Arab (bukan cuma di Saudi lho yaa produk ini bere...

DapurSiGembil: Roti Jala Basic Recipe

Salam Readers... As I promise you that I will write the recipe of roti jala, so here you go my aunt’s recipe of roti jala… Ingredients : • 250 of wheat flour • 2 pieces of chicken eggs , beaten • 1/2 teaspoon salt • 100 ml of boiled water • 2 tablespoons cooking oil • Margarine to make pancakes How to make : 1. Mix the flour and salt , mix well 2 . Add water and stir until the dough is mixed 3 . Pour egg, mixture into the flour little by little gradually while stirring 4 . Add cooking oil and stir well 5 . Insert the dough in plastic (the usual plastic to make decorations in cake) and cut the plastic tip (only small cutting) 6 . Heat a nonstick frying pan and rub with margarine 7 . Spray the dough in the pan until forming nets , cooking in over low heat until cooked 8 . Lift and fold the rectangle Good luck! ;) P.S: You can make your own variation to enjoy this roti jala, if you like to eat in spicy and savory fla...

Celebration of Love: Part 1 (The Reception Party)

Salam, As we had promised, this time we'll post the story behind our BIG DAY! First part will tell you the story behind our BIG reception party. The definition of BIG this time is literally BIG, first reason is because both of our family backgrounds are truly BIG families, 2nd reason is this is the first BIG DAY for both of us as we are the first children from our family. So, the 'show', of course, was held with BIG preparation. January 19, 2013, was chosen as our BIG day, exactly 6 years ago we were committed to have a relationship. Such a long journey! Also such a heavy decision for Gembul to pick me as his bride! ;p To choose the vendor of wedding organizer was not an easy job, first vendor was suggested by my mother-in-law. Unfortunately, it was not like what we had expected, so we changed the vendor just 3 months before the BIG 'show'. A little bit in a rush and hectic situation within those months, because we have to go back and forth to the vendor to m...